Sbobetsportsindo.com – Menjelang ditutupnya jendela transfer BRI Super League 2025/26, Persib Bandung mengumumkan dua nama besar sekaligus: Thom Haye & Federico Barba. Keduanya diproyeksikan ambil bagian di liga domestik serta ajang antarklub Asia. Dalam waktu dekat, Maung Bandung dijadwalkan menjamu Borneo FC di Stadion GBLA, Bandung.
Masuknya Haye dan Barba membuat komposisi skuad Persib kian gemuk—32 pemain dengan 10 pilar asing dan rerata usia 28 tahun. Imbas paling terasa ada pada nilai pasar tim yang meroket dan menempatkan Persib di urutan pertama skala nasional.
Nilai Tim Terdongkrak 30 Persen
Sejak bursa dibuka per 1 Agustus 2025, total valuasi skuad Persib naik drastis menjadi Rp121,41 miliar, melesat sekitar 30 persen dari musim lalu yang berada di kisaran Rp92 miliar. Lonjakan ini sekaligus menggeser pesaing lain dari puncak daftar.
Di antara seluruh pemain, Thom Haye menjadi aset termahal dengan market value Rp17,38 miliar—tertinggi di BRI Super League saat ini, melampaui winger Bali United, Thijmen Goppel (Rp12,17 miliar). Untuk slot asing Persib, Federico Barba memimpin dengan nilai Rp8,69 miliar.
Persija Melejit, Dewa United Melorot
Di bawah Persib, Persija Jakarta menempel ketat. Nilai skuad Macan Kemayoran melompat 39 persen dari akhir musim lalu: kini menjadi Rp108,20 miliar. Sementara itu, Dewa United yang sempat unggul musim sebelumnya harus turun ke posisi tiga dengan total Rp95,34 miliar.
Urutan berikutnya diisi PSM Makassar (Rp90,56 miliar) dan tim promosi PSIM Yogyakarta (Rp85,34 miliar). Bali United berada di papan tengah (Rp77,26 miliar), sedangkan PSBS Biak menjadi yang terendah (Rp38,24 miliar).
Daftar Valuasi Skuad BRI Super League 2025/26
- Persib Bandung: Rp121,41 miliar
- Persija Jakarta: Rp108,20 miliar
- Dewa United: Rp95,34 miliar
- PSM Makassar: Rp90,56 miliar
- PSIM Yogyakarta: Rp85,34 miliar
- Persebaya Surabaya: Rp82,56 miliar
- Borneo FC: Rp79,69 miliar
- Bhayangkara Presisi Lampung FC: Rp81,17 miliar
- Bali United: Rp77,26 miliar
- Malut United: Rp76,04 miliar
- Persita Tangerang: Rp65,35 miliar
- Persis Solo: Rp64,49 miliar
- Persik Kediri: Rp64,49 miliar
- Persijap Jepara: Rp54,32 miliar
- Arema FC: Rp54,23 miliar
- Semen Padang: Rp50,58 miliar
- Madura United: Rp50,06 miliar
- PSBS Biak: Rp38,24 miliar












