sbobetsportsindo.com – Nasib buruk Persijap Jepara di BRI Super League 2025/2026 belum juga berakhir. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Gelora Bumi Kartini, tim berjuluk Laskar Kalinyamat harus mengakui keunggulan Dewa United dengan skor telak 0-3.
Laga pekan ke-17 yang digelar pada Senin malam WIB itu berjalan cukup berat bagi tuan rumah sejak menit awal. Dewa United tampil disiplin dan efektif dalam memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan.
Babak Pertama: Duet Messidoro–Alex Jadi Pembeda
Tim tamu langsung menekan sejak peluit awal dibunyikan. Hasilnya, gol pembuka tercipta ketika pertandingan baru berjalan sembilan menit. Alexis Messidoro sukses menuntaskan kerja sama apik dengan Alex Martins untuk membawa Dewa United unggul cepat.
Persijap berupaya merespons lewat penguasaan bola di lini tengah, namun kesulitan menembus pertahanan rapat Dewa United. Justru tim tamu kembali memperbesar keunggulan jelang turun minum.
Pada menit ke-40, giliran Alex Martins yang mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan matang dari Messidoro. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Babak Kedua: Lilipaly Menambah Luka Tuan Rumah
Pelatih Persijap mencoba mengubah dinamika permainan dengan memasukkan Wahyudi Hamisi dan Fikron Afriyanto sejak awal babak kedua. Perubahan tersebut sempat membuat permainan Persijap lebih hidup, terutama dalam distribusi bola.
Namun, Dewa United kembali menunjukkan kualitasnya. Baru empat menit setelah jeda, Stefano Lilipaly mencetak gol ketiga usai memanfaatkan umpan dari Alex Martins. Gol ini praktis mematikan harapan tuan rumah untuk bangkit.
Meski memiliki sejumlah peluang tambahan, Dewa United gagal menambah gol hingga laga usai. Skor 3-0 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Dampak di Klasemen
Kemenangan ini membawa Dewa United naik ke papan tengah klasemen sementara dengan koleksi 20 poin dari 17 pertandingan. Sementara itu, Persijap Jepara semakin terbenam di dasar klasemen.
Dengan hanya mengoleksi sembilan poin, Persijap kini mencatatkan 12 pertandingan beruntun tanpa kemenangan, sebuah catatan yang menambah tekanan bagi tim dan staf pelatih.












