Sbobet Asian Handicap Situs Online Berita & Prediksi Bola Terlengkap Pasaran Over Under Mix Parlay Parlay Jitu 100% Piala Dunia 2026, Liga Champions Malam ini.

ad sbo

Raheem Sterling: Dari Wonderkid Inggris ke Pemain yang Terpinggirkan

Perjalanan Karier yang Berliku dari Puncak Kejayaan hingga Masa Sulit

Raheem Sterling

Sbobetsportsindo.com – Dalam dunia sepak bola, tak jarang muncul kisah yang membuat banyak orang bertanya-tanya: bagaimana seorang pemain yang dulu dielu-elukan sebagai calon bintang besar tiba-tiba tersingkir dari panggung utama. Itulah narasi yang kini melekat pada Raheem Sterling.

Sterling memulai karier profesionalnya di Liverpool dengan performa menawan. Ia menjadi bagian dari trio mematikan
bersama Luis Suarez dan Daniel Sturridge yang hampir membawa The Reds meraih gelar Premier League musim 2013/2014.

ad sbo

Kehebatannya membuat ia meraih penghargaan Golden Boy 2014, sebuah penghargaan bergengsi untuk pemain muda terbaik
di Eropa. Ia menjadi pemain Inggris kedua yang meraihnya setelah Wayne Rooney. Performanya di Premier League serta
kontribusinya di Piala Dunia 2014 menjadikannya sorotan dunia.

Namun meski baru saja mendapat pengakuan besar, Sterling memilih meninggalkan Liverpool pada 2015. Keinginannya
untuk meraih trofi Premier League menjadi alasan utama hengkang dari Anfield, sesuatu yang ia nilai sulit dicapai
jika tetap bertahan.

Puncak Karier Bersama Manchester City

Kepindahannya ke Manchester City pada 2015 terbukti menjadi langkah yang sangat tepat. Sterling berkembang menjadi
pemain kunci dalam skuat asuhan Pep Guardiola. Selama tujuh tahun membela City, ia tampil dalam 339 laga dan
mencatatkan 131 gol serta 86 assist.

Ia menikmati era ketika City mendominasi Liga Inggris, meraih empat gelar liga dan tampil kompetitif di kompetisi
Eropa. Kecepatan, kreativitas, dan kemampuan menusuk dari sisi sayap membuatnya selalu menjadi pilihan utama.

Namun, seiring datangnya pemain-pemain baru dan persaingan ketat di lini depan, perannya perlahan mulai berkurang.
Sterling kemudian memutuskan mengambil tantangan baru dengan pindah ke Chelsea.

Terpuruk di Chelsea dan Gagal Bersinar di Arsenal

Saat direkrut Chelsea pada Juli 2022, banyak yang yakin Sterling akan menjadi figur penting dalam kebangkitan The Blues.
Pada dua musim pertamanya, ia memang masih mendapat kesempatan tampil yang cukup konsisten.

Namun setelah itu, grafik kariernya menurun drastis. Pada musim 2024/2025, ia dipinjamkan ke Arsenal, tetapi gagal
memberi dampak berarti. Dari sekitar 28 pertandingan, ia hanya mampu mencetak satu gol—angka yang jauh dari ekspektasi.

Arsenal pun enggan memperpanjang masa peminjamannya maupun menjadikannya sebagai pemain tetap.

Situasi Terbaru: Terpinggirkan di Chelsea

Musim 2025/2026 menjadi periode terburuk dalam karier Sterling. Ia belum tampil sama sekali dan bahkan tidak terdaftar
dalam skuat utama. Enzo Maresca menegaskan bahwa Sterling tidak masuk dalam rencana tim, membuat sang winger harus
berlatih terpisah bersama beberapa pemain lain.

Chelsea bahkan dikabarkan siap melepasnya dengan banderol hanya sekitar 20 juta pounds—nilai yang sangat jauh di bawah
harga pembeliannya dua tahun lalu.

Dengan kontrak yang masih berlaku hingga 2027 namun tanpa peluang bermain, masa depan Sterling menjadi tanda tanya besar.
Apakah ini akhir dari perjalanannya di level tertinggi, atau masih ada kesempatan untuk bangkit?

Dari pemain yang pernah berada di puncak sepak bola Inggris, kini Sterling berdiri di tepi jurang ketidakpastian.
Kisahnya menjadi pengingat bahwa kejayaan di sepak bola bisa datang cepat—dan pergi dengan sangat cepat pula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *