sbobetsportsindo.com – Juventus mengalami malam yang sulit saat bertandang ke markas Cagliari pada lanjutan Serie A 2025/2026. Meski menguasai jalannya pertandingan secara ekstrem, Bianconeri harus menerima kekalahan tipis 0-1 di Stadion Unipol Domus, Minggu (18/01/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut menciptakan catatan sejarah yang tak diinginkan. Juventus menjadi tim pertama di Serie A yang menelan kekalahan meski mencatat penguasaan bola hingga 78 persen sejak statistik liga ini direkam secara resmi.
Dominasi Tanpa Hasil
Sepanjang pertandingan, tim asuhan Luciano Spalletti tampil mendominasi hampir di semua aspek permainan. Juventus mencatatkan 20 percobaan tembakan, sementara Cagliari hanya mampu menciptakan tiga peluang.
Tekanan juga terlihat dari jumlah sepak pojok yang didapatkan Juventus, yakni 18 kali berbanding satu milik tuan rumah. Bahkan, nilai expected goals (xG) Bianconeri mencapai 1,17, jauh di atas Cagliari yang hanya mencatatkan 0,20.
Namun dominasi tersebut tak tercermin di papan skor. Tingginya akurasi umpan Juventus yang menyentuh 92 persen juga gagal menjadi pembeda dalam pertandingan ini.
Gol Cepat yang Mengubah Segalanya
Cagliari justru mampu mencuri keunggulan lewat skema bola mati di awal laga. Pada menit ke-15, Gianluca Gaetano mengirimkan tendangan bebas mendatar yang disambut Luca Mazzitelli dengan sepakan voli akurat.
Gol tersebut menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran Cagliari dan cukup untuk memastikan kemenangan tuan rumah. Juventus yang tersentak mencoba bangkit, namun pertahanan rapat Cagliari sulit ditembus.
Tekanan Beruntun dan Nasib Buruk
Juventus terus menekan hingga menit akhir pertandingan. Kenan Yildiz hampir menyamakan skor lewat aksi individu cemerlang, tetapi bola hasil tembakannya justru menghantam tiang gawang.
Kiper Cagliari, Elia Caprile, tampil luar biasa dengan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan sepakan keras Pierre Kalulu dari luar kotak penalti.
Hingga peluit akhir dibunyikan, Juventus gagal memaksimalkan lima tembakan tepat sasaran yang mereka ciptakan. Efisiensi Cagliari akhirnya menjadi penentu, meninggalkan Juventus dengan rekor pahit meski tampil dominan.
Catatan Akhir
Kekalahan ini menjadi kontras tajam dengan performa Juventus di laga sebelumnya, saat mereka menang telak 5-0. Dominasi permainan kali ini justru berujung frustrasi dan menjadi pengingat bahwa statistik tidak selalu menjamin kemenangan.












