sbobetsportsindo.com – Manajemen Persija Jakarta secara resmi menyampaikan keberatan kepada Komite Wasit PSSI usai laga kontroversial melawan Semen Padang. Fokus protes tertuju pada keputusan wasit yang tetap memberikan kartu kuning kepada Maxwell Souza, meski gol sang pemain akhirnya tidak disahkan.
Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, mempertanyakan logika di balik keputusan tersebut. Ia menilai ada kejanggalan karena sanksi tetap dicatat meskipun momen yang memicunya dianggap tidak sah.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion GOR Haji Agus Salim, Senin (22/12/2025), Persija harus menelan kekalahan tipis 0-1. Gol penyeimbang yang dicetak Maxwell pada masa tambahan waktu babak kedua dianulir setelah tinjauan VAR oleh wasit Steven Yubel Poli.
Sebelum keputusan pembatalan diumumkan, Maxwell sempat merayakan gol tersebut dengan membuka jersey. Aksi itu kemudian berujung kartu kuning dari wasit.
Kartu Tetap Dicatat Meski Gol Tidak Sah
Keputusan kontroversial muncul setelah wasit menetapkan gol tersebut tidak valid. Meski demikian, kartu kuning yang sudah diberikan kepada Maxwell tidak ditarik kembali.
Sanksi itu bahkan tercantum secara resmi dalam laporan pertandingan. Nama Maxwell Souza tercatat menerima kartu kuning pada menit ke-90+10.
Hal inilah yang memicu reaksi keras dari Ardhi Tjahjoko. Ia mempertanyakan konsistensi penerapan aturan dan meminta Komite Wasit melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kalau golnya dibatalkan, seharusnya konsekuensinya ikut gugur. Jangan aturan diterapkan tanpa berpikir logis,” tulis Ardhi dalam unggahan media sosialnya yang ditujukan kepada Komite Wasit.
Situasi Laga yang Sarat Tekanan
Laga tersebut memang berlangsung dalam tensi tinggi. Persija harus bermain dengan sembilan pemain setelah Figo Dennis diganjar kartu merah pada menit ke-37, disusul Fabio Calonego pada menit ke-90+2.
Dalam kondisi tertekan dan jumlah pemain yang timpang, gol Maxwell sempat menjadi harapan terakhir bagi Persija sebelum akhirnya dianulir.
Ardhi menegaskan bahwa selebrasi Maxwell murni merupakan luapan emosi karena merasa berhasil mencetak gol penting. Menurutnya, jika gol tersebut dianggap tidak ada, maka sanksi yang menyertainya juga seharusnya tidak berlaku.
Protes ini menjadi catatan penting bagi PSSI untuk meninjau kembali penerapan regulasi, terutama dalam situasi yang melibatkan VAR dan keputusan disipliner di lapangan.












