sbobetsportsindo.com – Sejarah baru terukir dalam dunia sepak bola Amerika Serikat ketika Inter Miami akhirnya merengkuh trofi MLS 2025. Kepastian itu lahir setelah kemenangan meyakinkan 3-1 atas Vancouver Whitecaps pada final MLS Cup, Minggu (7/12/2025) pagi.
Dengan Lionel Messi sebagai motor serangan, The Herons tampil dominan sejak awal hingga peluit panjang dibunyikan.
Trofi tersebut menjadi gelar MLS pertama Inter Miami sejak berdiri dan hasil dari mimpi besar yang David Beckham tanamkan hampir dua dekade lalu.
Di balik kesuksesan itu, ada perjalanan panjang yang tak selalu mulus.
Visi Beckham yang Dimulai Pada 2007
Pada 2007, David Beckham mengambil keputusan yang sempat mengejutkan publik.
Ia meninggalkan Eropa yang gemerlap untuk bergabung dengan LA Galaxy.
Banyak pertanyaan muncul, mengingat sepak bola belum menjadi olahraga terbesar di Amerika dan penghasilannya pun menurun drastis dibanding saat ia bermain di klub-klub besar seperti Manchester United, Real Madrid, dan AC Milan.
Namun Beckham memiliki mimpi yang jauh lebih besar.
Keputusannya pindah ke Amerika bukan sekadar pilihan karier, tetapi langkah pertama menuju cita-cita menjadi pemilik klub sepak bola.
Melalui negosiasinya, ia mendapatkan hak istimewa: kesempatan mendirikan klub MLS selepas pensiun.
Mencari Rekan Tepat dan Fondasi Lima Tahun
Usai gantung sepatu pada 2013, Beckham tak menunggu lama. Ia langsung bergerak mencari mitra yang sevisi untuk membangun klub impiannya.
Di tahun yang sama, ia bertemu Marcelo Claure, pebisnis asal Bolivia yang ingin menghadirkan klub profesional di Miami.
Perjalanan ini berlanjut ketika Masayoshi Son, serta duo pengusaha Jorge dan Jose Mas ikut bergabung pada 2017.
Investasi dan persiapan panjang selama lima tahun akhirnya mengantarkan Beckham mengumumkan kelahiran klub barunya pada 2018.
Inter Miami pun resmi bersiap tampil di MLS musim 2020.
Awal Karier Klub yang Penuh Tantangan
Untuk menciptakan kejutan di musim perdana, Inter Miami mendatangkan dua nama besar Eropa: Gonzalo Higuain dan Blaise Matuidi.
Namun performa mereka belum memuaskan. Debut di MLS berakhir di peringkat 10 Wilayah Timur, dan mereka tersingkir 3-0 dari Nashville pada babak pertama playoff.
Musim kedua tidak lebih baik. Meski menambah tenaga baru seperti Kieran Gibbs dan Christian Makoun, Inter Miami justru merosot ke posisi 11.
Perbaikan signifikan baru mulai terlihat pada musim ketiga, ketika tim tampil lebih kompetitif meski tanpa nama besar.
Mereka finis di peringkat enam dan tampil hingga babak 16 besar MLS Cup Playoff dan US Open Cup.
Kedatangan Messi dan Lahirnya Era Keemasan
Semua berubah pada 2023 ketika Inter Miami menggemparkan dunia dengan kedatangan Lionel Messi.
Sang megabintang disusul dua mantan rekan setimnya: Sergio Busquets dan Jordi Alba.
Dampaknya langsung terasa—meski posisi klasemen kurang ideal, Messi membawa Inter Miami menjuarai Leagues Cup 2023, gelar mayor pertama klub.
Pada 2024, Miami menambah kekuatan dengan kehadiran Luis Suárez.
Kerja sama para mantan pemain Barcelona itu kembali menghasilkan trofi, yakni Supporters’ Shield, meski mereka tersingkir di babak awal MLS Cup Playoff.
Mascherano dan Puncak Kejayaan 2025
Musim 2025 dimulai dengan inkonsistensi dan sempat muncul kabar bahwa Javier Mascherano akan diberhentikan.
Namun sang pelatih justru membawa tim bangkit, mengantarkan mereka finis ketiga Wilayah Timur.
Inter Miami terus melaju hingga final, dan akhirnya meraih gelar MLS pertama dalam sejarah klub.
Kemenangan ini bukan sekadar pencapaian musim 2025, melainkan penegasan bahwa perjalanan panjang yang dimulai Beckham sejak 2007 akhirnya terbayar lunas—dan Lionel Messi menjadi sosok yang menuntaskan impian tersebut.












