sbobetsportsindo.com – Real Betis menjadi salah satu klub sepak bola yang menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan. Melalui identitas hijau yang mereka bangun, Betis menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari budaya klub, bukan sekadar slogan. Program utama yang menjadi motor penggerak semangat tersebut adalah Forever Green, sebuah inisiatif yang menunjukkan bahwa sepak bola mampu memberikan kontribusi konkret bagi planet ini.
Di tengah meningkatnya komitmen global terhadap isu lingkungan, Betis memberikan contoh unik dan efektif dalam pengelolaan fasilitas klub. Salah satu langkah paling mencuri perhatian adalah penggunaan domba dan kambing lokal sebagai pengganti mesin pemotong rumput berbahan bakar gas di pusat latihan mereka.
Solusi sederhana ini terinspirasi dari dialog santai antara klub dan seorang penggembala lokal. Meskipun terlihat tradisional, pendekatan ini justru menjadi inovasi ekologis yang hemat energi, rendah emisi, serta mendukung keseimbangan alam di sekitar fasilitas latihan.
Forever Green: Pilar Identitas Lingkungan Real Betis
Forever Green menjadi wujud komitmen Betis dalam menghadirkan dampak positif bagi ekosistem global. Program ini memanfaatkan popularitas sepak bola untuk menggerakkan kolaborasi dan aksi nyata di berbagai sektor.
Berbagai kegiatan lingkungan, mulai dari pelestarian alam hingga pengurangan jejak karbon, telah dilakukan melalui kerja sama dengan puluhan organisasi. Dari sisi operasional, Betis berupaya menerapkan prinsip ramah lingkungan ke dalam seluruh aktivitas klub, termasuk pengelolaan area hijau yang selama ini sering diabaikan meski punya dampak signifikan terhadap lingkungan sekitar.
Tantangan Mengelola Lahan Luas di Ciudad Deportiva
Pusat latihan Rafael Gordillo Ciudad Deportiva di Dos Hermanas mencakup area sebesar 50 hektar. Meski baru 20 hektar yang dimanfaatkan, 30 hektar lainnya tetap merupakan lahan terbuka yang membutuhkan pemeliharaan.
Tantangannya adalah bagaimana menjaga area tersebut tetap terkelola tanpa mengandalkan mesin berbahan bakar fosil atau metode yang dapat merusak ekosistem. Penggunaan mesin pemotong rumput konvensional membawa dampak buruk seperti kebisingan, polusi, hingga hilangnya habitat alami bagi satwa kecil dan serangga.
Betis memerlukan solusi yang lebih ramah lingkungan, efisien, serta selaras dengan visi keberlanjutan mereka.
Domba dan Kambing sebagai Pemotong Rumput Berbasis Alam
Solusi datang dari seorang penggembala lokal yang menawarkan pemanfaatan lahan tak terpakai sebagai area penggembalaan. Sejak April 2025, sekitar 50 ekor domba dan kambing diberi akses untuk merumput di area tersebut.
Hasilnya, hewan-hewan itu menjalankan fungsi sebagai “mesin pemotong rumput bio”. Tanpa suara bising, tanpa emisi, tanpa bahan kimia, mereka membersihkan vegetasi secara alami, sekaligus menyuburkan tanah melalui kotoran mereka. Selain itu, vegetasi kering berkurang sehingga risiko kebakaran dapat ditekan.
Pendekatan ini membuktikan bahwa metode tradisional dapat menjadi jawaban atas tantangan modern, sekaligus menciptakan ekosistem yang lebih sehat di sekitar pusat latihan.
Dampak Lingkungan dan Sosial yang Semakin Tampak
Meski baru berjalan sebagian kecil waktu, manfaat ekologis langsung terlihat. Penggunaan mesin berbahan bakar fosil dapat dikurangi secara signifikan, sementara keberadaan pupuk alami dari hewan menggantikan kebutuhan akan bahan kimia.
Keanekaragaman hayati mulai pulih dengan munculnya habitat kecil yang sebelumnya hilang akibat praktik pemeliharaan intensif. Tanah menjadi lebih subur, dan risiko kebakaran jauh berkurang berkat pengurangan material kering.
Dari sisi sosial dan kreatif, inisiatif ini juga menarik perhatian publik dan sponsor. Tim marketing Betis bahkan mengembangkan cerita branding yang menghubungkan hewan-hewan ini dengan mitra keberlanjutan mereka, termasuk kolaborasi unik bersama Trainline.












