Sbobetsportsindo.com – Penyerang Timnas Irak, Mohanad Ali, memastikan tidak akan mengulangi insiden kontroversial yang sempat mencuat saat menghadapi Thailand di final King’s Cup 2025. Aksi tebasan kerasnya terhadap Chanathip Songkrasin kala itu membuat dirinya diganjar kartu merah langsung oleh wasit.
Ali menegaskan, kejadian tersebut murni akibat tensi tinggi pertandingan dan bukan sikap yang ingin ia perlihatkan di masa depan. Ia ingin publik lebih mengenang kontribusi positifnya di lapangan, bukan insiden yang mencoreng performanya.
Insiden di Final King’s Cup
Dari rekaman video, kaki kanan Ali terlihat menghantam kaki kiri Chanathip dari belakang hingga sang gelandang Thailand terjatuh kesakitan. Wasit asal Malaysia, Nazmi Nasaruddin, langsung mengeluarkan kartu merah. Ali sempat memprotes, tetapi keputusan itu tidak berubah.
Setelah laga, Ali menyampaikan permintaan maaf kepada pelatih Graham Arnold, Presiden Federasi Irak Adnan Dirjal, bahkan juga kepada Chanathip melalui rekannya Rebin Sulaka. Ia menegaskan tidak akan mengulanginya, terutama saat Irak bersiap menjalani Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Fokus ke Kualifikasi Piala Dunia 2026
Irak tergabung di Grup B putaran keempat Kualifikasi Asia. Partai pertama akan mempertemukan mereka dengan Timnas Indonesia di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah. Ali diyakini tetap menjadi andalan utama lini serang meski baru saja diterpa kontroversi.
Sejak debut pada Desember 2017, Ali sudah mengoleksi 59 caps dengan torehan 23 gol dan dua assist. Angka itu menegaskan pentingnya peran sang striker bagi Singa Mesopotamia.
Pesan dari Pelatih Irak
Pelatih Graham Arnold meminta Ali dan pemain lain untuk menyalurkan semangat bertarung tanpa harus melakukan pelanggaran keras. Ia menegaskan kemenangan bisa diraih dengan disiplin, bahkan dalam laga uji coba sekalipun.
Ali kini bertekad menutup lembaran kelam di King’s Cup dan fokus membawa Irak tampil maksimal, baik bersama klubnya Dibba Al-Fujairah maupun di level tim nasional. Target besarnya adalah membantu Irak meraih tiket ke Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah 1986.












